Richard Eliezer Sebutkan Perintah Membunuh Yosua Terang, Ferdy Sambo: Richard Kok Kamu Dengar Sich!

Richard Eliezer Sebutkan Perintah Membunuh Yosua Terang, Ferdy Sambo: Richard Kok Kamu Dengar Sich!

Mantan Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo menyikapi info Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang akui diperintah membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua saat sidang pengecekannya sebagai tersangka.

“Richard kok kamu dengar sich!” kata Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sesudah jadi saksi kasus obstruction of justice pembunuhan merencanakan Brigadir Yosua.

Awalnya di hari yang serupa, Richard Eliezer akui perintah Ferdy Sambo padanya terang untuk membunuh Yosua, bukan membantai atau tembak.

Ini diutarakan Richard saat ditanyakan hakim hal apa yang terjadi di dalam rumah Saguling 3 saat dia dicheck sebagai tersangka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Perintah saudara tersangka Ferdy Sambo waktu itu bunuh?” bertanya Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Bunuh,” jawab Richard.

“Bukan bantai?” bertanya hakim.

“Bukan Yang Mulia,” tutur Richard.

“Backup?” bertanya hakim.

“Tidak ada Yang Mulia,” jawab Richard.

“Perintahnya terang?” bertanya kembali hakim.

“Terang Yang Mulia.”

“Jika kelak kamu bunuh Yosua?”

“Siap Yang Mulia,” jawab Richard

“Bunuh dengan apa?” bertanya hakim.

“Itu belum diterangkan.”

Sesudah diundang oleh Ferdy Sambo ke lantai 3, Richard menjelaskan atasannya itu mencaci-maki jika Yosua sudah mengejek harkat dan martabatnya

“‘Ngga ada fungsinya pangkat saya ini Chad jika keluarga saya dibeginikan’. Terus ia ngomong ke saya ‘memang harus diberi mati anak itu’,” narasi Richard tirukan perkataan Ferdy Sambo.

Richard akui waktu itu dia cuma diam dan berasa kebingungan karena tidak ketahui masalah penghinaan di dalam rumah Magelang.

Ferdy Sambo selanjutnya sampaikan perintah ke Richard supaya ia membunuh Yosua. Karena, katanya, jika ia sendiri yang membunuh tidak ada yang bela. Ferdy Sambo juga sampaikan gagasannya.

“Jadi begini Chad, lokasinya di 46 (rumah dinas). Kelak di 46 itu Ibu dilecehkan oleh Yosua, terus Ibu teriak kamu tanggapan, terus Yosua kedapatan. Yosua tembak kamu, kau tembak balik Yosua, Yosua yang wafat,” kata Richard tirukan perintah Ferdy Sambo saat jadi saksi mahkota di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Richard menjelaskan waktu itu Ferdy Sambo sampaikan terang perintahnya dan pastikan Putri Candrawathi dengarnya. Selanjutnya Ferdy menerangkan kembali scenarionya dan memperkuat Richard.

“Telah kamu tidak perlu takut karena tempatnya itu pertama kamu bela Ibu. Yang ke-2 kamu bela diri karena ia nembak lebih dulu,” kata Richard mengulang perkataan Ferdy Sambo.

Richard akui Putri Candrawathi waktu itu sempat bicara dengan Ferdy Sambo. Walau kedengar kabur, Richard akui dengar Putri menyentuh masalah CCTV dan sarung tangan.

Richard bahkan juga menyaksikan Ferdy Sambo telah kenakan sarung tangan hitam dan memberinya sekotak amunisi 9 milimeter, dan memerintahnya isi amunisi pistol Glock-17 kepunyaannya.

Dalam tuduhan, Jaksa menyebutkan eksekusi Yosua berjalan di antara jam 17.11-17.16 saat Ferdy Sambo datang di dalam rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga. Sambo menggenggam leher belakang Yosua dan mendorongnya sampai ada di muka tangga lantai satu. Yosua bertemu dengan Sambo dan Richard Eliezer, sementara Kuat Ma’ruf ada di belakang Ferdy Sambo dan Ricky Rizal bersiaga jika Yosua menantang.

Kuat Ma’ruf mempersiapkan pisau yang dia membawa dari Magelang untuk mengantisipasi jika Yosua menantang. Adapun Putri Candrawathi ada di kamar lantai satu yang cuma memiliki jarak tiga mtr. dari status Brigadir J.

 

About admin

Check Also

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR Komisi I DPR RI melangsungkan …