Menperin Yakinkan Bis Listrik Segera dapat Stimulan, Berapakah Besarannya?

Menperin Yakinkan Bis Listrik Segera dapat Stimulan, Berapakah Besarannya?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pastikan jika stimulan kendaraan listrik tidak akan cuma diberi untuk pembelian motor dan mobil listrik, tetapi juga pada bis listrik.

“Bis listrik kami yakinkan bisa stimulan,” tutur Agus saat dijumpai di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan.

Tetapi, dia akui tidak dapat memprediksi berapakah besaran stimulan yang diberi. Apa lagi pemberian stimulan untuk bis listrik lebih kompleks, karena bukan diberikazn pada warga tetapi pada pebisnis dan Pemerintahan Daerah (Pemda).

Peraturan pemerintahan untuk memberikan stimulan bis listrik ini juga perlu pelajari standard beberapa negara maju yang sudah terlebih dahulu meningkatkan ekosistem kendaraan listrik. “Peraturan ini akan kita mengambil berdasar best marking standard atau referensi dari beberapa negara yang semakin maju, dalam pemakaian mobil listrik di negara masing-masing,” katanya.

Adapun Agus mengatakan harga rerata bis listrik sekitaran Rp 1,3 miliar. Walau harga lebih tinggi daripada kendaraan listrik yang lain, dia berkata pemberian stimulan bis listrik tetap jadi perhatian pemerintahan karena tersangkut kebutuhan khalayak.

Adapun DKI Jakarta akan menambahkan 190 bis listrik pada 2023. Hal tersebut awalnya dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo. Ia berkata penyediaan bis listrik oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Transjakarta itu akan memakai bujet penghasilan dan berbelanja daerah (APBD).

Pada sekarang ini ada 30 unit bis listrik Transjakarta yang bekerja di Ibu Kota. Pemerintahan Propinsi (Pemerintah provinsi) DKI Jakarta merencanakan memakai 200 unit kendaraan listrik mulai dipakai pada 2023 untuk memberikan dukungan kenaikan kualitas udara.

Penyediaan bis listrik juga mulai dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Bandung dan Surabaya. Awalnya, DAMRI mengatakan ada 17 armada bis listrik bertipe media yang sudah bekerja di Surabaya.

Pada 24 Desember lalu, Pemerintah provinsi Jawa Barat mulai menjalankan kendaraan listrik untuk angkutan massal di Kota Bandung. Bis listrik itu awalnya digunakan di Bali untuk acara G20. Armada itu sekarang dipakai di Bandung untuk layani jalur Terminal Leuwipanjang-Dago.

Bis yang bekerja sebagai produksi PT INKA dengan kemampuan 19 tempat duduk penumpang. Bis mempunyai tempat wheel-chair dan berkecepatan optimal 100 km /jam.

Sekarang ini ada 4 perusahana bis listrik 3 perusahaan mobil listrik dan 35 perusahaan kendaraan beroda 2 dan roda tiga listrik di Tanah Air. Kementerian Perindustrian juga mengatakan per 7 Desember, keseluruhan investasi untuk penyediaan kendaraan listrik sudah capai 1,92 triliun dan akan terus didorong oleh pemerintahan.

 

About admin

Check Also

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR Komisi I DPR RI melangsungkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *