Menteri kesehatan Ungkapkan Argumen Belum Tentukan Gagal Ginjal Kronis KLB: Bukan Penyakit Menular

Menteri kesehatan Ungkapkan Argumen Belum Tentukan Gagal Ginjal Kronis KLB: Bukan Penyakit Menular

Menteri Kesehatan (Menteri kesehatan) Budi Gunadi Sadikin memberi respon masalah penyakit gagal ginjal kronis pada anak yang hendak jadi status peristiwa hebat atau KLB. Menurutnya, penyakit ginjal kronis pada anak bukan penyakit yang menyebar dan status KLB cuma untuk penyakit yang menyebar.

“Sebetulnya, KLB dibuat awalannya untuk penyakit menyebar dan ini bukanlah penyakit menyebar,” kata Budi, selesai pertemuan jurnalis The 2nd Health Ministers Rapat (HMM), di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Tetapi menurut Budi, Kemenkes mengatakan jika paling penting sekarang ini obat untuk penyakit ginjal kronis pada ada anak telah diketemukan. Dan telah dialokasikan ke banyak wilayah di Indonesia dan juga ditest ke 10 anak.

“Yang perlu, yang ingin saya berikan ini, obatnya telah diketemukan dan obatnya telah ditest dari 10 orang anak yang terkena di RSCM, itu 7 (anak) totally pulih.

Dan 3 itu tidak lebih buruk, karena penyakit ini memburuknya cepat sekali, pada hari ke-5 ia terkena selanjutnya lebih buruk dan wafat,” tambah ia.

Obat Penawar Telah Dialokasikan

Ia kembali memperjelas jika obat penyakit ginjal kronis ke anak telah diketemukan sebagai kontribusi dari Singapura dan Australia. Di depan bakal ada kontribusi obat dari Jepang.

“Sehingga kita yakinkan jika obatnya ada. Dan saat ini kita peroleh bantuan dari Singapura, terima kasih, itu 30 (vial) dari Australia kita bisa 16 (vial) for free, dan saat ini kita working dengan Jepang, iya semoga kita dapat peroleh angka 100 dan 200 (vial),” tutur ia.

“Selanjutnya yang ke-2 yang ingin saya berikan ialah, jika demikian kita stop peredaran sirupnya itu dapat turunkan secara mencolok (intensif pasien) yang masuk . Maka (RSCM) yang umum tiap hari masuk saat ini jadi tidak (ada) kembali. Dan (di RSUP) Sanglah yang masuk saat ini tidak terima (pasien lagi),” katanya.

Budi menambah untuk obat yang diterima dari Singapura dan Australia itu tidak ada ada efeknya. Ia mengatakan jika pemicu ada ginjal kronis ke anak peluang tinggi dari sirop.

“Itu (sirop) telah every high probablity . Maka factor risk-nya sangat besar, disana karena terimbas. Karena, kita telah sudah check bayinya yang terkena, ada senyawa kimia itu. Kita telah biopsi ginjalnya, bisa dibuktikan ada juga yang wafat dan kita telah check beberapa obat yang berada di rumah sakit, jadi resikonya besar sekali,” pungkasnya.

About admin

Check Also

Erick Thohir: Perekonomian Indonesia Masuk Hebat 2 di G20, Bahkan juga di Atas China

Erick Thohir: Perekonomian Indonesia Masuk Hebat 2 di G20, Bahkan juga di Atas China Menteri …