Ganjar Diprediksikan Tidak Akan Jadi Calon presiden Partai Lain karena Hutang Budi Besar ke Puan

Ganjar Diprediksikan Tidak Akan Jadi Calon presiden Partai Lain karena Hutang Budi Besar ke Puan

Periset Tanda Politik Indonesia Bawono Kumoro memiliki pendapat, nyaris mustahil Ganjar Pranowo mencalonkan diri sebagai presiden dari partai selainnya PDI Perjuangan.

Bila nantinya PDI-P mengangkat Puan Maharani sebagai calon presiden, Ganjar diprediksikan tidak akan bermanuver ke partai yang lain. Karena, Gubernur Jawa tengah itu punyai hutang budi besar ke PDI-P, khususnya ke Puan.

“Hutang budi Ganjar ke Puan Maharani dalam politik besar sekali hingga nyaris mustahil Ganjar Pranowo berani maju pilpres dari partai lain jika kelak PDI Perjuangan selanjutnya memilih untuk mencalonkan Puan Maharani,” kata Bawono

Bawono menjelaskan, kesuksesan Ganjar pada Pemilihan kepala daerah Gubernur Jawa tengah 2013 tidak terlepas dari peranan Puan. Waktu itu, Puan yang memegang sebagai Ketua Tubuh Pemenangan Penyeleksian Umum (Bappilu) PDI-P berperanan sebagai komandan lapangan untuk pemenangan Ganjar di Jawa tengah.

“Jasa Puan Maharani besar sekali pada kesuksesan Ganjar Pranowo dalam memenangi bangku Gubernur Jawa tengah di tahun 2013,” tutur Bawono. Menurut Bawono, pengakuan terkini Ganjar yang mengatakan siap jadi capres bila digotong oleh PDI-P menunjukkan jika ia runduk pada ketentuan main partainya.

Pengakuan itu sekalian memperjelas jika Ganjar mustahil jadi calon presiden partai lain. Karena itu, tertutup kesempatan untuk beberapa parpol seperti Nasdem, Partai Golkar, Partai Instruksi Nasional (PAN), sampai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang awalnya ingin mengangkat Ganjar sebagai calon RI-1.

“Pernyataan Ganjar siap maju dalam pilpres tahun 2024 jika digotong oleh PDI Perjuangan memperlihatkan ia sebagai kader patuh pada keputusan partai,” kata Bawono.

Bawono memandang, Ganjar sebagai kader yang taat dan setia pada apa saja keputusan partai. Ini satu diantaranya tercermin dari sikap tenang politikus PDI-P itu dalam menyikapi beragam survey yang menyebutkan jika kepopulerannya besar. Ganjar tidak labil walau banyak parpol meliriknya jadi calon presiden.

Dengan sikap politik begitu, Bawono percaya, kemungkinan kecil Ganjar berani maju ke gelanggang pilpres tanpa restu dari Megawati. “Jika Ganjar Pranowo ngotot untuk maju lewat partai lain tanpa restu PDI Perjuangan, karena itu kemungkinan besar suara pemilih di ‘kandang banteng’ di Jawa tengah tidak kompak ke Gubernur Jawa tengah itu,” kata Bawono.

“Lalu Ganjar Pranowo akan mendapatkan peniliaian sebagai politikus oportunis tidak patuh partai,” sambungnya.

Awalnya, Ganjar Pranowo mengatakan siap maju sebagai calon presiden. Ganjar akui siap jadi calon RI-1 bila PDI-P sudi mengangkatnya. “Jika untuk negara dan bangsa, apa sich yang kita belum siap,” kata Ganjar saat interviu yang diupload saluran YouTube BeritaSatu, Selasa.

“Saat partai selanjutnya telah mengulas keseluruhannya dan ia akan cari anak-anak bangsa yang menurutnya terbaik, menurut saya, semuanya orang perlu siap masalah itu,” katanya.

Walau begitu, Ganjar menjelaskan, dianya menghargai norma politik di intern PDI-P. Jika partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu saat ini sedang membuat rekanan dengan beberapa parpol untuk pemilu.

Tetapi, Ganjar ngomong, ihwal survey semestinya tidak diacuhkan dalam menimbang nama calon presiden calon wakil presiden.

Menurut dia, survey jadi sisi dari suara rakyat. “Pasti berkaitan dengan realita yang berada di survey dan semuanya orang membicarakan. Kan suara rakyat pun tidak bisa diacuhkan toh,” sebut Ganjar.

About admin

Check Also

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR Komisi I DPR RI melangsungkan …