Baret Merah Kopassus untuk Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Yudo Margono, Ini Artinya

Baret Merah Kopassus untuk Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Yudo Margono, Ini Artinya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dipasangkan penghormatan berbentuk Baret Merah dan Brevet Instruksi dari salah satu pasukan elite TNI AD, Kopassus.

Kapolri Listyo Sigit memperjelas jika, penyematan Baret Merah dan Brevet Instruksi Kopassus sebagai kebanggaan dan kehormatan yang hebat baik secara lembaga Polri atau individu sebagai Kapolri.

“Ini ialah penghargaan yang paling hebat. Karena kita mengetahui, Kopassus ialah pasukan elite, pasukan Baret Merah yang dihormati. Bukan hanya dalam negeri, tetapi dalam penempatan di luar negeri. Maka dari itu, tentu saja animo dan kebanggaan untuk saya sebagai Kapolri dan animo dan kebanggaan untuk semua anggota Polri,” ucapnya di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

Baret Merah untuk Kapolri dan Panglima TNI
Dalam buku “A Comprehensive Indonesian-English Dictionary” oleh Alan M. Stevens mengulas beberapa baret yang dipakai dalam kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang satu diantaranya ialah baret merah. Baret merah sendiri dipakai oleh Kopassus (Instruksi Pasukan Khusus).

Pada baret ini, terpasangkan juga simbol ‘Tribuana Chandraca Satya Dharma’ pada baret merah milik Kopassus. Diambil dari situs Kopassus.mil.id, makna dari simbol ini ialah prajurit itu sudah kuasai strategi dan tehnik pengetahuan perang khusus, mengusai, dan handal bergerak dengan cepat di beberapa medan baik di darat, laut, dan udara. Berjiwa patriotik yang tinggi, selalu siap siaga melakukan tugas dasar ke tiap pelosok dan siap hadapi beragam teror, masalah kendala dan rintangan NKRI berdasar Pancasila.

Disamping itu, prajurit-prajurit yang sudah jadi Kopassus dikasih pertanda kwalifikasi berbentuk Brevet Instruksi. Pertanda ini menyimbolkan jika prajurit-prajurit yang mengenakannya sudah digodog dalam ajang pendidikan atau latihan yang membara seperti api, hingga mempunyai keberanian, kegesitan, dan ketrampilan sebagai prajurit instruksi yang meliputi kekuatan di bagian operasi darat, laut, dan udara.

Dikutip dari publisitas Korps Baret Merah sebagai Pasukan Khusus untuk Indonesia Tahun 1975-1987 oleh repository.upi.edu, Kopassus sebagai sisi dari Bala Pertahanan Pusat TNI Angkatan Darat yang mempunyai kekuatan khusus seperti operasi raid, persaingan perebutan cepat, pembebasan sandera, pertarungan jarak dekat, pertarungan kota, operasi gerilya musuh insurjensi, perang rimba, gerilya musuh gerilya, intelejen dan penanggulangan teroris.

Mencuplik publisitas 59th KOPASSUS Berbakti untuk NKRI oleh Disjarah TNI AD, baret merah yang disebut keunikan Kopassus ini memiliki karakter dan tugas khusus juga di lingkungan Angkatan Darat.

Kekhasan dari pasukan ini bisa disaksikan dari pemberian nama dari satuannya yang lain dengan pasukan reguler yang lain, unit satu tingkat Brigade dalam Korps Baret Merah atau Kopassus dinamakan Group. Pemakaian istilah ‘Grup’ mempunyai tujuan supaya unit yang dipunyai mereka terbebas dari standard ukuran unit infanteri secara umum. Dengan unit ini, Korps Baret Merah bisa fleksibel dalam tentukan jumlah personel, dan dapat semakin beberapa dari unit yang lain.

Dikutip dari situs RRI, selainnya Kopassus yang memakai baret merah, ada juga unit yang lain memakainya. Instruksi Pasukan Katak (Kopaska) yang sebagai unit khusus milik TNI AL ikut kenakan baret warna merah tua. Simbolnya berbentuk jangkar yang di depannya ada katak menggenggam tombak trisula.

Unit Instruksi Operasi Khusus (Koopsus) TNI kenakan baret warna merah dengan emblem bermotif 3 buah anak panah. Koopsus TNI beranggotakan personel-personel terbaik tiga matra, yaitu Unit 81 Kopassus, Unit Bravo 90 Paskhas dan Unit Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

 

About admin

Check Also

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara …