Surya Paloh: Nasdem Ingin Jadi Teman dekat Sejati dalam Sukai Duka Presiden Jokowi

Surya Paloh: Nasdem Ingin Jadi Teman dekat Sejati dalam Sukai Duka Presiden Jokowi

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bicara berkenaan peluang Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepaskan Nasdem dari konsolidasi pemerintah sekarang ini.

Paloh menjelaskan, dianya tidak mengharap Jokowi tidak memerlukan Nasdem kembali. Hal itu Paloh berikan dalam sambutannya saat mendatangi acara Hari Ulangi Tahun (HUT) Nasdem kesebelas di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat.

Awalannya, Paloh mengutarakan jika Nasdem ingin masih tetap jadi teman dekat sejati untuk Jokowi. “Nasdem ingin tegaskan ini.

Ia ingin masih tetap jadi seorang teman dekat sejati dalam sukai duka seorang Presiden Jokowi,” tutur Paloh. Namun, sikap berlainan akan diperlihatkan Nasdem jika Jokowi tinggalkan mereka karena tidak perlu kembali.

Karenanya, Paloh mengharap perkataan selamat tinggal dari Jokowi tidak akan sempat terjadi. “Beda hal jika benar-benar teman dekat Nasdem Presiden Jokowi pastikan ‘selamat tinggal Nasdem, saya tidak perlu anda’, itu beda hal. Jika itu sampai dikatakan Jokowi, aaaahh,” katanya disongsong bising kader yang datang.

“Itu bukan kemauan kita. Itu bukan keinginan kita. Dan itu ialah kemenangan untuk mereka yang tidak inginkan berlangsungnya kestabilan nasional untuk selalu meneruskan usaha pembangunan yang dilaksanakan Presiden Jokowi,” ikat Paloh.

Paloh juga melepaskan Jokowi untuk tentukan keputusan berkaitan nasib Nasdem di konsolidasi pemerintah. Menurut dia, sekarang ini ‘bola’ ada di tangan Jokowi. Paloh melepaskan Jokowi lakukan apa pada Nasdem.

Namun, Paloh mengingati, sampai sekarang ini, Nasdem masih memberikan dukungan pemerintah Jokowi sampai 2024. “Kita masih tetap di dalam 1 baris konsolidasi pemerintah. Itu kemauan kita. Tidak cuma lip servis untuk kebutuhan pragmatis, tidak. Kita punyai pride. Kita punyai kepercayaan kita,” paparnya.

About admin

Check Also

Erick Thohir: Perekonomian Indonesia Masuk Hebat 2 di G20, Bahkan juga di Atas China

Erick Thohir: Perekonomian Indonesia Masuk Hebat 2 di G20, Bahkan juga di Atas China Menteri …