Kecelakaan Bis Transjakarta Kembali Telan Korban Jiwa, Dishub DKI Sebutkan Korban Lupa Saat Seberang

Kecelakaan Bis Transjakarta Kembali Telan Korban Jiwa, Dishub DKI Sebutkan Korban Lupa Saat Seberang

Kecelakaan maut yang mengikutsertakan bis transjakarta kembali terulang lagi. Ini kali korban berinisial FNR (62). FNR disampaikan meninggal sesudah tertabrak bis transjakarta di Jalan M.H Thamrin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Jumat malam.

Kasi Kecelakaan Lalulintas (Laka Lalu) Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Edy Purwanto menjelaskan, kecelakaan terjadi pada jam 21.30 WIB.

Awalnya, bis transjakarta yang dikendarai S meluncur dari Jalan Kebon Sirih ke arah Block M. Setelah tiba di dekat lampu merah sang Jalan Kebon Sirih, bis transjakarta itu selanjutnya menubruk FNR yang jalan kaki.

“Diperhitungkan karena (pengemudi) kurang berhati-hati dan fokus ketika akan membelok arah menubruk orang berjalan kaki FNR,” tutur Edy, Sabtu.

Dishub: korban lupa Di lain sisi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjelaskan masih menanti hasil penyidikan dari polisi berkaitan kecelakaan maut itu. Kepala Sektor Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yayat Sudrajat menjelaskan, faksinya dan PT Transjakarta sudah memutar ulangi rekaman closed-circuit television (CCTV) saat kejadian terjadi.

“Info dari Transjakarta, bila kami menyaksikan dari CCTV yang ada, benar ada elemen kelengahan sang korban dalam status seberang, ucapnya lari. Ini yang diselidik,” kata Yayat.

Adapun pengemudi atau pramudi bis transjakarta itu sudah tidak diaktifkan sebentar. Penonaktifkan itu, kata Yayat, berdasar standard operasional proses (SOP) Transjakarta dan Dishub DKI.

“Memang SOP-ya semacam itu, saat sang sopir alami kejadian, kami agar lebih ketahui apa kejadian itu disebabkan oleh kelengahan sopir atau karena hal lainnya,” sebut Yayat.

Kecelakaan maut transjakarta Kecelakaan maut yang mengikutsertakan bis transjakarta bukan pertama kali terjadi. Bahkan juga kecelakaan yang menelan beberapa korban sempat terjadi pada Oktober 2021 lalu, menyebabkan dua orang meninggal dan 31 orang yang lain cedera.

Waktu itu, pengemudi bis transjakarta tidak dapat mengontrol pergerakan kendaraannya sampai menghajar bis transjakarta lain yang sedang stop di halte.

Kecelakaan maut ini, cuman satu dari serentetan kecelakaan yang lain yang menelan korban jiwa. Hingga, khalayak menggerakkan Transjakarta supaya lakukan penilaian secara besar.

Tetapi kenyataannya, dorongan itu belum sanggup memberi peralihan yang berarti pada management Transjakarta hingga kecelakaan terus berulang-ulang.

About admin

Check Also

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara …