Kasus Suap Karyawan BPK, KPK Periksa Rumah Diperhitungkan Punya Ketua DPRD Sulsel

Kasus Suap Karyawan BPK, KPK Periksa Rumah Diperhitungkan Punya Ketua DPRD Sulsel

Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) terus mempelajari kasus sangkaan suap pada karyawan Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Selatan (Sulsel) berkaitan neraca keuangan Pemerintah provinsi Sulsel tahun bujet 2020.

Sesudah kemarin lakukan pengecekan, ini kali KPK lakukan pemeriksaan di dalam rumah punya Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari Jalan Pelita Raya tengah, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu

Saat merdeka.com bertandang ke rumah, rumah yang jadi kantor notaris atas nama Ina Kartika Sari itu telah kosong. Berdasar info masyarakat sekitaran, sempat menyaksikan dua mobil dan beberapa polisi memakai gunakan Brimob tiba sekitaran jam 11.00 Wita.

“Ada dua mobil warna silver barusan, satu parkir di sini (depan kantor notaris Ina Kartika Sari) dan satunya kembali parkir di situ (samping kantor notaris). Ada banyak orang yang gunakan pakaian polisi seperti Brimob,” tutur masyarakat yang malas disebut namanya.

Terpisah Kepala Sisi Kabar berita KPK, Ali Fikri benarkan ada giat pemeriksaan rumah di Jalan Pelita Raya tengah, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu. Diperhitungkan rumah yang digeledah KPK ialah punya Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.

“Ini hari, Team penyidik KPK melakukan pemeriksaan di salah satunya tempat tinggal individu yang ada di jalan Pelita Raya Kecamatan Rappocini, Kota Makassar,” katanya lewat pesan WhatsApp.

Namun Ali Fikri tidak mengutarakan figur pemilik rumah yang digeledah oleh penyidik KPK. Dia cuma menjelaskan pemeriksaan berkaitan penyelidikan kasus sangkaan suap pengecekan neraca keuangan Pemerintah provinsi Sulsel dengan terdakwa AS dkk yang disebut karyawan BPK daerah Sulsel.

“Selama ini aktivitas masih berjalan dan perubahannya akan kami infokan kelak,” katanya.

Awalnya, Ali Fikri benarkan berkaitan pengecekan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari di Polda Sulsel. Selainnya Andi Ina, KPK 4 orang yang lain, terhitung Sekretaris DPRD Sulsel, M Jabir.

“Pengecekan berkaitan penyelidikan kasus sangkaan pemberian suap untuk pengecekan neraca keuangan Pemerintah provinsi Sulsel tahun bujet 2020 di Dinas PUTR (Tugas Umum dan Tata Ruangan) dengan terdakwa Andy Sonny.

Ali mengatakan bekas Ketua DPRD Sulsel, M Roem dicheck. Begitupun Eksekutor pekerjaan (Plt) Kepala BKAD Sulsel Junaedi, dan Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD Sulsel tahun 2019, Darusman Idham.

Ia tidak menerangkan hasil pengecekan pada 5 orang saksi itu. Argumennya, dianya belum memperoleh laporan hasil pengecekan.

Sementara Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari yang mencoba diverifikasi lewat telephone tidak memberi respon. Begitupun Sekretaris DPRD Sulsel, M Jabir tidak memberi respon telephone

About admin

Check Also

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR Komisi I DPR RI melangsungkan …