Inflasi Tangerang Teratasi Karena Mobil Pasar Keliling

Inflasi Tangerang Teratasi Karena Mobil Pasar Keliling

Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Banten menyebutkan, angka inflasi di Kota Tangerang paling rendah se-Banten. Dengan inflasi sejumlah 4,56 % dan IHK 111,82, Pemerintahan Kota Tangerang dipandang sukses pencet angka inflasi.

Tingkat pengangguran terbuka Kota Tangerang juga menurun jadi 7,13 % dari awal sebelumnya 9,07 %.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengutarakan, trend positif itu menjadi momen titik balik kemajuan ekonomi di kota Tangerang.

“Secara statistik memperlihatkan trend positif untuk pergerakan kemajuan ekonomi di Kota Tangerang, dan ini semua tentu saja karena kerja sama dan kerjasama dari beragam pihak, dalam menjaga dan jaga konsistensi harga dan tersedianya stoknya di pasar. Karena itu, supaya makin mencapai warga, saya meminta supaya dibanyakin beberapa pasar keliling dan yakinkan stock beberapa barang keperluannya selalu ada,” terang Arief saat dijumpai di Kawasan Pusat Pemerintah Kota Tangerang,

Arief menambah, kedatangan beberapa pasar rakyat terhitung pasar keliling itu sebagai salah satunya usaha untuk jaga supaya aktivitas ekonomi warga terus jalan.

“Dengan dibanyakin beberapa pasar keliling ini diharap bisa menggunting mata rantai suplai hingga harga-harga dapat selalu terlindungi. Tidak dimainkan oleh beberapa spekulan. Idenya ialah agar dicapai oleh warga baik dari sisi harga atau jaraknya.” jelas Arief.

Sebagai info, Pemerintahan Kota Tangerang dalam tekan angka inflasi sudah keluarkan beragam peraturan, diantaranya lewat Subsidi Tranportasi Umum dengan Menggratiskan Sang Benteng dan Bis Tayo, Pengadaan Lapangan Kerja lewat penerapan Virtual Job Fair, dan Bantuan Sosial ke Warga.

Jokowi Meminta Barisan Menteri Urus Masalah Inflasi Bersama, supaya di Bawah 5 %

Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta barisan menterinya untuk bersama tekan angka inflasi, seperti saat tangani pandemi Covid-19. Jokowi ingin inflasi di Indonesia ada di bawah 5 % pada 2023.

“Yang terkait dengan inflasi satu kali lagi saya meminta dengan teratur di saat sama di saat kita mengererjakan masalah Covid semua dapat bekerja bersama-sama, kerja bersama,” kata Jokowi saat memberi instruksi dalam Rapat Terbatas mengenai APBN di Istana Negara Jakarta.

“Saya meminta masalah inflasi kita kerubut bersama-sama agar inflasi ini dapat didesak di bawah lima (persen),” tambahnya.

Menurutnya, harga keperluan primer sekarang ini konstan hingga ada kesempatan untuk tekan angka inflasi. Ini disebutkan Jokowi sesudah seringkali berkunjung pasar.

“Saya percaya sesudah saya masuk keluar pasar, saya saksikan kestabilan harga saya saksikan kesempatan itu benar-benar gampang bila ditangani bersama, sama dengan kita menuntaskan Pandemi Covid-19 di negara kita,” terang Jokowi.

Ia menjelaskan ekonomi nasional sukses tumbuh sejumlah 5,72 % pada kwartal III tahun 2022. Disamping itu, Indonesia sanggup mengontrol inflasi di angka 5,5 % di tahun 2022.

“Ini sebuah perolehan yang baik sekali dan saya meminta untuk terus diteruskan tekan inflasi ini,” katanya.

“Dan selainnya dari BI, instrumen moneter di BI saya meminta mendagri untuk selalu meneruskan supaya beberapa daerah turut bersama berperan serta dalam tekan inflasi supaya bisa kita pencet sekecil kemungkinan,” ikat Jokowi.

Mengharap Penghasilan Negara Tidak Anjlok

Disamping itu, katanya, penghasilan negara tumbuh 30,36 % pada 2022. Jokowi mengharap penghasilan negara tidak anjlok ditengah-tengah keadaan dunia yang penuh ketidakjelasan.

“Ini ialah tahun ujian untuk semua negara di dunia, karena penekanan geopolitik yang tinggi sekali, ekonomi dunia menurun intinya Negara besar seperti Uni Eropa, China, Amerika Serikat (AS) saya anggap diprediksi akan menurun semua, walau sebenarnya export kita dengan Beberapa negara itu besar sekali hingga kita harus juga berhati-hati,” ungkapkan Jokowi.

Di lain sisi, ia menjelaskan kemajuan ekonomi dunia diprediksikan turun dari angka yang awalnya 2,9 menurun jadi cuma 1,7 %. Tetapi, Jokowi mengharap Indonesia sanggup hadapi rintangan ekonomi.

“Ini prediksi dari Bank Dunia, hingga ini jadi rintangan untuk kita tapi karena kita bisa hadapi tahun 2022 secara baik, Insya Allah di 2023 bisa juga,” papar Jokowi.

About admin

Check Also

Erick Thohir: Perekonomian Indonesia Masuk Hebat 2 di G20, Bahkan juga di Atas China

Erick Thohir: Perekonomian Indonesia Masuk Hebat 2 di G20, Bahkan juga di Atas China Menteri …