Di Depan Sri Mulyani, Tri Rismaharini Sharing Dana Bantuan sosial Kurang

Di Depan Sri Mulyani, Tri Rismaharini Sharing Dana Bantuan sosial Kurang

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini mengevaluasi Keluarga Yang menerima Faedah (KPM) program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), Rumah Sejahtera Terintegrasi (RST), ATENSI Disabilitas, ATENSI Yatim Piatu, Program Permakanan Lanjut usia dan Disabilitas, di Malang,

“Ini hari saya diundang oleh Bu Risma untuk menyaksikan berapakah program bantuan sosial yang diperkembangkan oleh bu Risma, dan pendekatan beliau itu benar-benar berlainan, yakni mengempower atau memberi pendayagunaan hingga warga dapat semakin berdikari secara ekonomi,” tutur Sri Mulyani.

Menkeu mengutarakan, di tahun 2022 lalu Menteri Sosial minta anggaran tambahan khusus ke Kementerian Keuangan sejumlah Rp 198 miliar untuk memberi makanan ke kelompok lanjut usia. Sampai sekarang telah terlaksana sejumlah Rp 183 miliar.

Dalam peluang yang serupa, Menteri Sosial Tri Rismaharini, akui suka dapat ajak Menteri Keuangan terjun langsung menyaksikan program yang sudah dilaksanakan Kementerian Sosial, dalam mengentaskan kemiskinan dan mendayagunakan kelompok disabilitas di Malang.

“Alhamdulillah Bu Menkeu dapat menyaksikan program Kementerian Sosial untuk Permakanan yang telah diberi pada Desember tahun kemarin untuk Permakanan lanjut usia, disabilitas, dan anak yatim,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Selanjutnya, Mensos menerangkan berkaitan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Dalam catatannya, banyak penerima-penerima muda yang terima bantuan sosial. Maka dari itu, Kemensos ajak mereka untuk berwirausaha.

“PENA itu ialah kita menyaksikan data banyak penerima-penerima muda yang terima bantuan sosial (bansos), karena mereka capaiannya masih panjang masih terbilang muda. Karenanya kita membuat program PENA yakni ajak mereka berwirausaha,” katanya.

Kebatasan Dana

Tetapi, dalam prosesnya Kemensos alami kesusahan karena kebatasan dana, pada akhirnya menghentikan jumlah yang menerima bantuan sosial.

Walau sebenarnya, Kemensos ingin kelompok muda itu berkembang secepat-cepatnya jadi wiraswastawan, supaya mereka dapat meneruskan hidupnya jadi lebih baik.

“Rupanya lewat DPR, kami di akseskan dengan Bank Indonesia, dan ditolonglah oleh Bank Indonesia pendanaan barusan,” katanya.

Lanjut Menkeu, Kementerian Keuangan akan memberikan dukungan cara yang sudah dilakukan Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan lewat program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).

Menkeu mengharap, bantuan sosial itu dapat diteruskan pas target ke warga yang betul-betul memerlukan.

“Kami akan memberikan dukungan apa yang sudah dilakukan Kementerian Sosial karena barusan bu Risma selalu menyaksikan mulai dari Kemiskinan, disabilitas, dan pendayagunaan jadi satu paket kegiatan. Hingga beliau selalu memakai anggaran dari bantuan sosial Pemerintahan itu dapat digunakan untuk benar-benar menolong langsung sasaran ke yang memerlukan dan dapat mendayagunakan,” tandas Menkeu.

Pas Target

Menkeu mengharap, bantuan sosial itu dapat diteruskan pas target ke warga yang betul-betul memerlukan.

“Kami akan memberikan dukungan apa yang sudah dilakukan Kementerian Sosial karena barusan bu Risma selalu menyaksikan mulai dari Kemiskinan, disabilitas, dan pendayagunaan jadi satu paket kegiatan. Hingga beliau selalu memakai anggaran dari bantuan sosial Pemerintahan itu dapat digunakan untuk benar-benar menolong langsung sasaran ke yang memerlukan dan dapat mendayagunakan,” tandas Menkeu.

 

About admin

Check Also

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR

Mangkir Rapat, Komisi I Meminta KSAD Dudung Lebih Hargai DPR Komisi I DPR RI melangsungkan …