Sungai Mahakam Disebut Tercemar Mikroplastik

Sungai Mahakam Disebut Tercemar Mikroplastik

Team Ekspedisi Sungai Nusantara bersama Mahasiswa Kampus Mulawarman mengatakan Sungai Mahakam tercemar mikroplastik. Penemuan itu berdasar penelitian yang selesai.
Penelitian pada kandungan air Sungai Mahakam dilaksanakan di enam lokasi. Dimulai dari Muara Sungai Karang Mumus (SKM), tatap muka SKM dengan Sungai Mahakam, selanjutnya Pangkalan Pergerakan Mengambil Satu helai Sampah SKM, kawasan pabrik tahu SKM.

Ke-3 wilayah ini ada di daerah Samarinda. Sementara dua yang lain yaitu, saluran Sungai Mahakam di Loa Janan dan Kutai Lama masuk Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Dari ke enam lokasi ini kandungan mikroplastik terbanyak ada di Jalan Gajah Mada, Samarinda. Selainnya berarus kuat, sungainya lebar di kawasan ini lebih banyak ditemui sampah plastik dari pasar, aktivitas dermaga dan dari anak-anak Sungai Mahakam,” tutur Prigi Arisandi, salah satunya periset ESN.

Di kawasan Gajah Mada ditemukan 324 partikel mikroplastik di dalam 100 liter air. Paling banyak dibandingkan lokasi yang lain.

Jenis mikroplastik yang terbanyak diketemukan di Sungai Mahakam adalah tipe fiber sejumlah 71,8 % dan tipe filamen benang-benang plastik sejumlah 23,2 %.

“Ada juga mikroplastik lain seperti tas, botol minuman, sedotan, dan popok. Semua menjadi serpihan karena paparan matahari dan pasang surut sungai,” jelas Prigi.

Pada umumnya tim ESN mengaitkan ada tiga factor pemicu pencemaran mikroplastik di Sungai Mahakam yaitu kurangnya pelayanan pengiriman sampah dari beberapa rumah warga ke arah tempat penghimpunan sampah sebentar.

Lalu, terbatasinya kesadaran buang sampah di tempatnya lalu lebih memilih ke sungai. Terakhir, masifnya pemakaian plastik dan turunannya.

“Di Samarinda, pemerintahan (pemerintah provinsi dan pemerintah kota) cuma tangani sampah dari TPS ke TPA, dan masalah sampah dari rumah ke TPS dilayani oleh faksi ke-3 yang susah divalidasi datanya,” kata Prigi.

Prigi mengatakan pembahasan sama sempat juga ditelaah oleh Renny Septiana, mahasiswa Prodi Biologi Fakultas Keguruan dan Pengetahuan Pengajaran (FKIP) Unmul.

Penelitian ini mendapati puluhan ikan gabus dan baung yang berada di Sungai Mahakam selanjutnya SKM telah tercemar mikroplastik.

“Setidaknya ada sembilan partikel pada sebuah ekor ikan,” ungkapkan Prigi yang sempat mendapatkan The Goldman Environmental Prize.

Dosen Tehnik Lingkungan Unmul, Juli Nurdiana ikut juga menyebutkan pencemaran mikroplastik di Sungai Mahakam bukan tanpa ada alasan. Beberapa hal ikut memengaruhi.

Misalkan, sampai sekarang Samarinda belum mempunyai TPA memiliki konsep sanitary landfill, sementara TPA Bukit Pinang telah overload dan yang berada di Sambutan aksesnya susah.

Lalu masalah selanjutnya, pengangkutan sampah yang tidak menjangkau semua warga Samarinda.

Ke-3 , belum terdapatnya sarana sampah untuk warga, hingga ada banyak ditemui sampah yang dibuang ke Sungai Mahakam dan anak sungainya.

“Kami anjurkan, seharusnya mulai dari saat ini ada perbaikan untuk pengelolaan sampah,” kata Juli.

 

About admin

Check Also

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara …