Berikan Reshuffle Kabinet ke Jokowi, NasDem Percaya Presiden Tidak Dapat Diintervensi

Berikan Reshuffle Kabinet ke Jokowi, NasDem Percaya Presiden Tidak Dapat Diintervensi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim memberikan nasib beberapa menterinya ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi susul terhembusnya rumor reshuffle kabinet. Hermawi menyebutkan kocok ulangi bangku menteri sebagai hak prerogatif Presiden dan harus disegani.

“Reshuffle kan memang hak prerogatif presiden yang ditata dalam UUD 45, yang dapat dipakai oleh presiden sama sesuai hasil penilaiannya . Maka ya semua pihak terhitung NasDem harus menghargai konstitusi,” kata Hermawi saat dikontak.

Masalah pengakuan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang minta Jokowi menilai dua menteri NasDem di kabinet, Hermawi tidak ingin memusingkan karena percaya Jokowi tidak dapat diintervensi. Djarot menyebutkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya perlu dipelajari supaya kabinet sekarang ini bisa memberikan dukungan penuh peraturan Jokowi.

“Kami percaya Presiden tidak dapat diintervensi oleh siapa saja. Jika kami telah terlatih mengurusin menteri dari partai sendiri, tidak mengurusin menteri dari partai lain,” kata Hermawi.

Jokowi sebutkan peluang reshuffle kabinet
Presiden Jokowi kemarin benarkan masalah ada peluang me-reshuffle menteri di Kabinet Indonesia Maju. Rumor kocok ulangi bangku menteri ini muncul sesudah instansi survei Charta Politika Indonesia menyebutkan sebagian besar khalayak sepakat Jokowi mengubah cabinetnya.

“Kemungkinan (ada reshuffle),” tutur Jokowi singkat saat dijumpai di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jokowi tidak menguraikan argumennya lakukan reshuffle. Ia tidak menyebutkan waktu tentu reshuffle akan dilaksanakan.

“Ya, kelak,” kata Jokowi saat dihujani masalah kejelasan waktu reshuffle itu.

Rumor reshuffle ini muncul sesudah survei yang sudah dilakukan Charta Politika pada 6-18 Desember 2022. Hasil survei itu memperlihatkan sebagian besar khalayak sepakat jika Jokowi mengubah Kabinet Indonesia Maju. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyebutkan angka warga yang minta reshuffle itu capai 61,8 %.

“Saya berpikir ini yang terpenting ya buat jadi PR buat Pak Jokowi jika ingin tinggalkan legacy (peninggalan),” kata Yunarto.

Selanjutnya, Yunarto menyebutkan performa beberapa menteri menjadi satu diantara pemicu Jokowi dipercayai oleh warga. Disamping itu, Yunarto sampaikan reshuffle perlu diperhitungkan ingat ada menteri Jokowi yang merencanakan maju sebagai capres, cawapres, atau partainya mempunyai status politik yang lain dengan pemerintah Jokowi.

“Saya berpikir itu harus jadi catatan khususnya di dua tahun akhir yang hendak jadi ujian terpenting buat pemerintah atau presiden yang tidak dapat maju kembali,” kata Yunarto.

Pemerhati sangka pemicunya maklumat Anies calon presiden

Riset Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Taktikc, Arifki Chaniago, ungkap kesempatan Partai NasDem terdepak dari Kabinet Indonesia Maju sesudah Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi signal reshuffle beberapa menterinya. Dia menyebutkan maklumat Anies Baswedan sebagai calon presiden menjadi salah satunya argumen.

“Di mana sesudah maklumat Anies Baswedan sebagai capres diperhitungkan mengakibatkan jalinan NasDem dengan Jokowi mulai dingin hingga ada yang manfaatkan kesempatan ini,” tutur Arifki dalam penjelasannya.

Arifki menyebutkan partai garapan Surya Paloh itu diuntungkan dengan memberikan dukungan figure terkenal pada tahun 2024, apalagi NasDem tidak mempunyai calon calon presiden dari intern partai. Tetapi sikap ini membuat NasDem dipandang sebagai partai koalisi lain atau partai pemerintahan rasa oposisi. Hal itu menggerakkan anggota koalisi yang lain minta kader Partai NasDem keluar kabinet.

 

About admin

Check Also

Gempar Penipuan Berlagak Undangan Pernikahan lewat Whatsapp, Bareskrim Polri Turun Tangan

Gempar Penipuan Berlagak Undangan Pernikahan lewat Whatsapp, Bareskrim Polri Turun Tangan Bareskrim Polri turun tangan …