Bekas Pengawal Sambo Dengar Putri Candrawathi Menangis di TKP Pembunuhan Brigadir J

Bekas Pengawal Sambo Dengar Putri Candrawathi Menangis di TKP Pembunuhan Brigadir J

Bekas pengawal Ferdy Sambo, Adzan Romer, akui sempat dengar suara istri atasannya, Putri Candrawathi, sedang menangis dari dalam kamar sesudah penembakan pada Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Hal tersebut dikatakan dalam sidang tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.

Menurut Romer, pada 8 Juli 2022 ia menjaga Ferdy Sambo yang memegang sebagai Kepala Divis Karier dan Penyelamatan (Propam) Polri pergi dari rumah di Jalan Saguling ke arah lapangan badminton di Depok, Jawa Barat. Pada waktu itu, kata Romer, Ferdy Sambo akan bermain badminton dengan bekas Kapolri Idham Azis.

Saat melalui rumah dinas di Kompleks Polri Duren Tiga sekitaran jam 17.15 WIB, Romer menjelaskan, Sambo minta kelompok stop dan turun dari mobil dinas. Selanjutnya, kata Romer, Sambo masuk ke rumah dinas itu.

Sesaat selanjutnya, Romer akui dengar suara letusan senjata api sekitaran 3x. Ia lalu mengambil dan mengokang senjata api kepunyaannya dan lari di depan rumah untuk cari sumber suara. Kemudian Romer masuk ke rumah lewat garasi. Saat itulah berjumpa dengan Ferdy Sambo dan refleks menodongkan pistol.

Sambo, kata Romer, waktu itu langsung mengusung ke-2 tangan. Romer selanjutnya masuk ke rumah untuk menyaksikan keadaan. “Di mana status tersangka Putri Candrawathi saat saudara masuk?,” bertanya majelis hakim.

“Seingat saya di kamar. Dengar suara ibu menangis di kamar lantai 1. Menurut saya nangis biasa kedengar sampai depan pintu. Kamarnya terbuka,” jawab Romer.

Menurut Romer, pintu kamar Putri waktu itu pada kondisi terbuka. Hakim lalu bertanya, apa Romer tahu jika Putri dapat menyaksikan mayat korban dari dalam kamar.

Lantas, Romer menjawab jika kamar Putri lokasinya lempeng dengan tangga di mana Brigadir Yosua terkapar.

“Maknanya saat korban ketembak dapat kelihatan dari kamar ibu?” bertanya hakim. “Jika pintunya terbuka, dapat, yang mulia dan tempatnya lempeng,” jawab Romer.

Sesudah peristiwa penembakan Brigadir J, menurut dia, Ferdy Sambo bawa Putri keluar kamar. Hakim selanjutnya bertanya apa Sambo dan Putri melalui mayat Brigadir J saat keluar kamar itu.

Romer selanjutnya menjawab jika pasangan itu melalui mayat Brigadir J. Tetapi, dia tidak menyaksikan apa Sambo dan Putri mencapai ceceran darah Brigadir J di lantai. “Melalui (melalui mayat),” sebut Romer.

Sesudahnya, Ferdy Sambo bawa Putri keluar dari rumah ke garasi. Ferdy Sambo, katanya, memerintah Bripka Ricky Rizal untuk ke rumah yang berada di Jalan Saguling.

“(Ferdy Sambo) memerintah Bang Ricky membawa ibu ke (rumah) Saguling,” sebut Romer.

About admin

Check Also

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara

Selainnya Penjara Seumur Hidup, Surya Darmadi Dituntut Uang Tukar Rp 73,9 T Rugi Ekonomi Negara …